Regret (Chapter 1)

Regret

 

REGRET

 

 

D.O.ssy present

Luhan, Kim Ji Hye (OC) | Romance, Angst | PG-17

Poster credit Jo Liyeol

 

https://chocolate46.wordpress.com/

 

 

 

WARNING: Ini PG-17 yah, untuk 17 tahun ke atas, karena fanfic ini mengandung harsh words dan bad scene yang sangat menjurus. Jadi, yang umurnya masih di bawah, aku udah peringatkan! Bhaaaakkk :v

 

 

 

“Aku menyesal jadian denganmu.”

–***–

 

Jika Luhan disuruh mengurutkan hal-hal yang paling ia sesali selama hidupnya, maka jadian dengan Ji Hye menempati urutan pertama. Bagaimana tidak, jika hubungan itu hanyalah iseng semata. Ah, andai saja dulu ia tidak termakan oleh tantangan si Kai sialan dan teman-teman, hidupnya tidak akan jadi seperti ini sekarang.

 

Masih jelas tersimpan di memori Luhan bagaimana seringai memuakkan Kai waktu itu. Ia menunjuk pada seorang gadis yang katanya terkenal paling sulit didekati oleh lelaki mana pun, lalu dengan wajah super menyebalkannya ia menantang Luhan untuk mendapatkan hati sang gadis. Dan bodohnya, Luhan terima saja tantangan itu.

 

Siapa sangka, rupanya itu hanyalah jebakan batman. Kim Ji Hye (nama gadis itu) ternyata adalah manusia yang kelewat lugu dan polos. Mudah didekati dengan rayuan dan gombalan tak bermutu―yang bahkan Luhan sendiri jijik bila ia mengingat-ingat kembali apa yang pernah diucapkannya pada si gadis.

 

Sekarang, beginilah. Luhan berubah menjadi laki-laki paling pengecut yang pernah ada hanya untuk mengakui semuanya di depan Ji Hye. Padahal, dulu Luhan paling terkenal dengan predikat lelaki brengsek yang disandangnya. Tapi tak tahu kenapa, berhadapan dengan Ji Hye, Luhan dan segala kebrengsekkannya itu seolah ciut menjadi pria penakut. Ya, takut jika ia menyakiti gadis yang kini sudah menjadi kekasihnya itu.

 

Katakan Luhan jadi pengecut sekarang, tetapi kelakuannya memang masih brengsek―kendati tidak separah dulu. Bukankah sekali brengsek tetap brengsek? Ia lebih memilih bermain di belakang untuk mengencani gadis lain yang dianggapnya lebih sexy dan menyenangkan, ketimbang memutuskan hubungan dengan Ji Hye dan mengatakan secara terang-terangan mengenai taruhan itu kemudian membawa gadis lain ke hadapan―seperti yang biasa dilakukan Luhan kepada para mantannya dulu. Entahlah, hanya pada Ji Hye saja ia tidak bisa sekejam itu mencampakkannya.

 

“Tck.” Luhan berdecak samar melihat penampilan Ji Hye yang terlampau membosankan dan tidak sesuai dengan selera Luhan. Kaos kebesaran, celana jeans, sepatu kets, jam tangan pria dan rambut dikuncir kuda―selalu seperti itu. Oke, Ji Hye memang gadis tomboy, tapi setidaknya Luhan ingin melihat ia menggunakan rok mini atau tanktop. Sekali saja!

 

“Ada apa, Lu?” Si gadis bertanya, membuyarkan lamunan panjang dan fantasi Luhan yang tidak-tidak.

 

“Tidak ada apa-apa. Ayo berangkat,” ajak lelaki itu seadanya yang dijawab anggukan oleh Ji Hye.

 

Hari ini mereka akan berkencan untuk yang―entah ke berapa kalinya, hanya bisa dihitung dengan jari, padahal mereka sudah berpacaran selama kurang lebih dua tahun. Hebat bukan? Sampai sekarang Luhan pun masih bingung mengapa ia bisa bertahan selama itu, sedangkan dengan gadis lain paling hanya berlangsung sampai tiga bulan.

 

Jenuh sudah pasti ada di benak Luhan. Namun ia selalu saja menyerah dengan tampang polos Ji Hye tiap kali ia ingin meminta putus. Sebab Luhan tak bisa membayangkan jika gadis itu menangis lagi karenanya. Pernah suatu hari Luhan menyaksikan Ji Hye menangis, ketika lelaki itu baru saja berkelahi dengan kakak tingkat. Dan itu merupakan pengalaman terburuk semasa 20 tahun hidup Luhan. Akhirnya setelah kejadian itu, diam-diam ia bersumpah tidak ingin membuat Ji Hye meneteskan airmata lagi. Oleh karenanya, Luhan mengurungkan niatnya dalam hati.

 

Gadis manis itu menggenggam tangan Luhan erat-erat, yang demi apapun Luhan tidak suka. Sangat tidak keren rasanya lelaki setampan dan semenawan dia berkencan dengan gadis tidak feminin dan tidak tahu fashion seperti Ji Hye. Namun lagi-lagi, Luhan tidak bisa menuntut.

 

“Lu, ayo naik roller coaster itu!”

 

Oh, dan satu lagi, mahasiswa tahun ketiga jurusan seni itu benci ketinggian!

 

*

 

“Hoeeeeeekkkk!!!!”

 

Luhan benar-benar tidak bisa membayangkan wajah kerennya yang terlihat konyol saat ini. Jika saja teman sejurusannya tahu tentang ia-yang-muntah-setelah-naik-salah-satu-wahana-di-taman-bermain, sudah pasti ini akan jadi bahan bully-an sepanjang masa dan masuk ke dalam daftar salah satu aibnya seumur hidup. Arrrggghhh… Luhan benci ini!

 

“Kau tidak apa-apa? Maafkan aku, Lu.” Ji Hye memijat tengkuk Luhan sembari menyodorkan air minum, merasa bersalah telah mengajak sang kekasih naik roller coaster.

 

Apanya yang tidak apa-apa? Kalau Luhan tidak punya hati, ia ingin sekali pulang meninggalkan gadis bodoh ini sendirian, biar dia tersesat sekalian! Dan hei! Sejak kapan memangnya Luhan punya hati untuk mengasihani? Luhan jadi pusing sendiri.

 

*

 

“Luhan-ah, aku mencintaimu.”

 

“Uhukkk…” Luhan hampir menyemburkan jus strawberry yang ia seruput saat mereka berdua tengah mampir di kafetaria terdekat, saking terkejutnya. “K-kenapa?” Hanya pertanyaan bodoh itu yang meluncur dari bibirnya.

 

“Hmmm… Entahlah,” jawab gadis bermarga Kim dengan binar indah di kedua berlian beningnya yang menerawang tepat di manik milik Luhan. “Padahal kau adalah laki-laki yang sempurna.”

 

Susah payah Luhan telan jus yang tersedak di kerongkongannya layaknya menelan batu kerikil.

 

“Maka dari itu aku heran. Kau yang sempurna mengapa mau menerima gadis tak berdaya sepertiku.”

 

Siapa bilang? Justru Luhan-lah yang bertanya-tanya selama ini, mengapa ia menerima begitu saja tantangan Kai? Dia bodoh atau bagaimana?

 

Luhan berani bersumpah, bahwa ini adalah pengakuan paling tulus yang pernah ia dengar―yang tidak sekalipun ia dapatkan dari gadis-gadis lain yang pernah ia kencani―membuatnya terlihat seperti lelaki paling kejam se-alam semesta karena telah mempermainkan perasaan murni si gadis.

 

Luhan bingung. Betul-betul bingung. Ada apa dengan dirinya? Ke mana sifat brengseknya?

 

Ia mengepalkan tangan kuat-kuat, menghela sedikit napasnya, lantas menatap balik gadis di hadapannya. “Hye, kau mencintaiku, ‘kan?”

 

Ji Hye mengangguk mantap. Melempar senyum manis di bibir pink-nya, yang jujur saja sangat ingin Luhan rasakan―seriously, mereka belum pernah berciuman.

 

Luhan pegang tangan Ji Hye di atas meja, masih dengan mata yang saling bersirobok. “Kalau begitu, bolehkah aku meminta itu padamu?”

 

Itu?” tanya sang gadis bingung, tak mengerti arah pembicaraan Luhan.

 

Lagi, lelaki tampan itu mengatur napasnya, mencoba untuk sabar menaggapi kepolosan Ji Hye yang keterlaluan untuk ukuran seorang mahasiswi seumurannya. “Iya. Kau tahu, hubungan yang biasa dilakukan sepasang kekasih.”

 

Barulah, Luhan rasakan tangan Ji Hye yang menegang di genggamannya. Awalnya gadis itu menunduk ragu, tapi terhitung 30 sekon kemudian ia angkat kembali wajahnya.

 

Dan tak dikira sama sekali oleh Luhan, gadis itu menjawab, “―ya.”

 

*

 

Awalnya, Luhan hanya ingin bermain-main. Memamerkan pada Kai bahwa dirinya bisa menaklukkan gadis manapun. Ya, ia berhasil. Ia sukses mendapatkan hati Ji Hye dengan mudah, tapi tak diduga ternyata untuk melepasnya tak semudah itu untuk dilakukan Luhan. Mungkin sekarang Kai dan teman-teman sedang tertawa di belakang. Mungkin Luhan kena karma. Mungkin ia harus berhenti menjadi laki-laki yang nakal. Tapi apapun itu ia hanya ingin tahu satu hal, apa yang membuatnya begitu berat melukai gadis ini? Atau, apa yang membuatnya begitu sulit meninggalkan gadis ini? Padahal Ji Hye sama sekali bukan tipe idealnya. Padahal Ji Hye bukan gadis yang dikenalnya dekat. Padahal Ji Hye bukan gadis yang disukainya. Padahal Ji Hye tidak bisa memberikannya kesenangan. Tapi kenapa? Bukankah pernah kukatakan bahwa Luhan adalah lelaki brengsek? Lelaki yang selalu mempermainkan hati para gadis? Lelaki yang selalu menjadikan banyak gadis sebagai kekasihnya dalam satu waktu, kemudian satu-persatu meninggalkannya setelah Luhan merasa bosan dan keinginannya sudah tercapai? Lalu sekarang?

 

Luhan membawa Ji Hye ke sebuah hotel tak jauh dari sana, menyewa sebuah kamar untuk mereka berdua.

 

“A-aku mandi dulu,” ucap si gadis terbata-bata selepas Luhan kunci pintu kamarnya.

 

“Tidak perlu!” Secepat angin, Luhan tahan niat Ji Hye, lalu menarik pergelangan tangannya hingga tubuh kecilnya terhempas ke pelukan.

 

Ji Hye berjengit kaget atas perlakuan tiba-tiba itu yang secara kentara Luhan dapat rasakan. Tanpa menunggu pergerakkan jarum detik atau―setidaknya―sampai gadis di dekapannya tenang, Luhan sambar saja bibir cherry pink yang menggoda itu. Melampiaskan semua rasa penasaran yang tertumpuk di dasar hatinya, barangkali setelah ini Luhan akan mendapatkan jawaban pasti atas perasaannya.

 

Dipeluknya lebih erat pinggang Ji Hye, menghapus sekat udara yang memisahkan keduanya. Menikmati ciuman pertama mereka setelah dua tahun berlalu yang begitu menyiksa bagi Luhan. This is not Luhan’s very-first-kiss actually, but this is the first time Luhan kiss Ji Hye in her lips. Sebaliknya untuk Ji Hye, Luhan adalah yang pertama. Oleh sebab itu, Ji Hye sangat gugup sekarang, bisa Luhan rasakan dari remasan kuat tangan Ji Hye di kaos Luhan.

 

Satu tangan sang pemuda beralih mencari ikat rambut Ji Hye lantas melepaskannya, membiarkan surai cokelat cengkih gadis Kim itu terurai indah. Sedang satu tangan lainnya menekan tengkuk kekasihnya itu untuk memperdalam pagutan, memaksanya menikmati segala pergerakan yang Luhan berikan.

 

Setelah dirasanya si gadis mulai bisa dikendalikan, Luhan jatuhkan tubuh mereka berdua ke atas tempat tidur, masih dengan bibir yang bertaut satu sama lain. Luhan bergerak menindih tubuh Ji Hye, tangannya yang lihai―dan sudah terbiasa―menerobos masuk ke dalam kaos kebesaran yang dikenakan gadis itu lantas merayapi punggungnya, mencari pengait bra-nya.

 

Dan kala Luhan melepas ciuman panasnya bermaksud untuk menaikkan kaos Ji Hye, hatinya mencelos.

 

Gadis itu sangat ketakutan. Tubuhnya gemetaran. Keringat dingin memenuhi pelipisnya. Dan giginya bergemeletukkan.

 

Luhan tahu persis bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi Ji Hye, tapi… Ia tidak pernah mendapatkan seorang gadis pun yang ketakutan seberlebihan ini di saat pertamanya! Tidak dengan semua gadis terdahulu yang pernah Luhan ajak.

 

Jika orang-orang bilang Ji Hye terlalu sulit didekati oleh lelaki, itu memang benar. Tapi mengapa Luhan dapat menjerat hatinya dengan mudah? Itu karena Luhan tidak tahu bahwa si gadis sudah jauh lebih dahulu menyukai Luhan bahkan sebelum ia mengenali Ji Hye sendiri.

 

Jika Luhan memandang Ji Hye sebagai gadis tomboy yang tidak paham akan dunia fashion, itu memang benar. Bukan karena ia tidak ingin belajar menjadi feminin, tapi keadaan keluarga telah merubah Ji Hye seutuhnya. Menjadi fashionista di saat keluarganya bergantung sepenuhnya pada penghasilan sang gadis sebagai tulang punggung, tentu bukan perkara membalikkan telapak tangan―menyediakan makanan dan membiayai sekolah adik saja masih kesulitan, apa lagi membeli baju di butik?

 

Bagi Ji Hye, tidak ada waktu memikirkan hal lain di samping kuliah dan kerja sambilan. Tapi demi Luhan, ia bahkan rela menyempatkan segala waktu sempitnya. Karena Luhan baginya sudah menempati salah satu prioritas tertinggi hidupnya, selain keluarga tentunya.

 

Lalu sekarang apa?

 

Luhan berencana untuk merenggut kehormatan sang gadis kemudian meninggalkannya begitu saja untuk mencari yang lain?

 

Oh, Luhan bukan hanya brengsek, tapi juga biadab, jikalau ia betul-betul tega melakukannya.

 

Luhan mengepalkan tangannya kuat-kuat melawan keras nafsu sialan yang menguasainya. Pun batinnya bertarung hebat.

 

Namun Luhan tak kuasa…

 

Ia bangkit, segera mencari ponselnya, lantas mengontak seseorang dengan terburu-buru. “Halo, Clara, aku ingin bertemu denganmu… Ya, di tempat biasa… Oke, sepuluh menit lagi aku tiba.”

 

Ji Hye kaget sekaligus bingung ketika Luhan mendadak menghentikan aktivitasnya. Ia duduk di atas tempat tidur. “A-ada apa, Lu?” tanyanya masih mengontrol deru napasnya yang memburu.

 

“Ini sudah berakhir, Hye.”

 

Kening Ji Hye berkerut, tidak mengerti. “Maksudmu?”

 

“Aku ingin kita putus, detik ini juga!” Luhan terpaksa mematikan hati, mengucapkan kalimat yang sesungguhnya ini ia hindari.

 

Ji Hye tak paham, sungguh tak paham. “L-Luhan-ah… K-kenapa?” Suaranya bergetar hebat, nyaris terisak.

 

Tak mengindahkan pertanyaan Ji Hye, Luhan melengos. Memperbaiki sedikit kaosnya yang agak kusut lalu berjalan santai menuju daun pintu. “Sudah ya, kekasihku Clara sudah menunggu. Sampai jumpa.”

 

BLAM!

 

Pintu kamar tertutup dengan sedikit bantingan, meninggalkan Ji Hye dengan ribuan pertanyaan menghinggapi otaknya. Di sekon selanjutnya, tangisannya pecah membahana. Teramat memilukan hingga terngiang parau sampai ke telinga Luhan yang kala itu bersandar di balik pintu.

 

“Maaf Ji Hye-ya, maaf.” Dan tak pernah dalam hidupnya Luhan merasa semenyesal ini.

 

Luhan memang pria brengsek, maka dari itu ia harus menghentikannya, sebelum semuanya terlambat.

 

 

To be Continued

 

 

Ariska mana Ariska, nih gara-gara dirimu aku bikin cerita yang menjurus gini wkwkwk XD Maafin kalo jalan cerita di fanfic ini engga sesuai dengan yang kamu pengen. Tapi aku udah usahakan supaya engga melenceng jauh. Maafin juga buat bahasanya yang kelewat santai dan sederhana, terus fluff-nya gak jadi kubikin. Hiks… Aku kebiasaan buat yang angsty jadi ya beginilah. Harap dimaklumi. (Nanti giliran aku yang request ya, awas aja kalo gak di-take) wkwkwk XD Oh, karena aku lagi agak sibuk, jadi chapter selanjutnya belum bisa aku post sekarang-sekarang hehehe. Aku usahakan secepatnya 😀

Buat readers yang udah baca, saran dan kritiknya ditunggu ya. Jangan jadi silent readers, please. Biar aku tahu letak kesalahan aku di fanfic ini, jadi kedepannya bisa diperbaiki.

 

Terima kasih sebelumnya.

Salam, D.O.ssy

Advertisements

59 thoughts on “Regret (Chapter 1)

  1. Eonni, demi apapun luhan nakal dan brengsek banget disini. Jihye emang kelewat polos, tapi kenapa ia harus jatuh kepelukan playboy mesum macam luhan? Ckckck
    Jadi mereka asli putus? Hmmm, gemes coba sama luhan, ingin aku gigit -.-

    Liked by 1 person

    • haiiii niissss…
      duuhhh makasih yaaa udah baca dan komen ff aku yg ala kadarnya ini :’)
      playboy mesum?? bhaaaakkk XD
      iyaa mereka beneran putus nis. hehe
      sekali lagi thanks yaaa… lavyuuuu ❤
      tunggu chapter selanjutnyaaa hehe 🙂

      Like

  2. I’m here. . . I’m here deeeeesssss!!! Gue dateng lagi niih ke bligmu setelah beberapa hari sempet vakum dari dunia ff wkwkw lebay padahal baru satu hari aja gak pasang pakeeet ihihihi maklum aku kan kembarannya bang lay alias abang 4L4Y!!! Abaikan pliis!!!!

    Deesssss aku peluk kamu duluuu boleh gak?????? Kalo gak boleh yaudah aku mau cubitin pipi kamu aja :v
    SUMPAAAAAAAHHHH INI FF BIKIIIN AKUUUUU GEMEEESS AMA BANG LULU DAAAAN FIIIIX AKUUUU NGERASA BAHWA SI JIHYE INIIII SAMA KEK AKU BANGEEET. . . Capslok jebol!!! Aku kan emang polos2 culun2 unyuuu gitu tapi tetep ngangenin bang kyungsooo ehehehe

    Menurut akuuu udah dapet banget kok feelnya. . Dan sebenarnya kalo fluff untuk ff yg karakternya agak brsengsek2 macem luhan gak cocok fluff. . Jadi aku maafin deh kalo ceritanya tetep angst. . Eeh tapi hepi end yaaaa. . Awas kalo gak aku gigit pororonyaaa*eh!!!!!

    Bigthanks deeh buat dessy udah sempetin nulis ff ini KHUSUS BUAT ARISKA ehehehe sengaja aku capslock wwkwkwkwk. . . Aku terhibur sekaliii XD

    aku tunggu ya dear lanjutannyaaaa!!! Selalu suport kamuuuu!!! Cemunguued eaaaa!!!!

    Bye dessy

    Thalangeeee

    Liked by 1 person

    • bhaaakkk.. iya kemana aja lo ris.. biasanya tiap hari onlen hehe.. kembaran lay dari hongkong ya wkwkwk XD
      gak boleh laaahhh, kalo km peluk2 nanti pororo cemburu XD
      Jihye sama kaya ariska? masa sih gak percaya ah.. ariska kan gak mungkin polos orangnya wkwkwk XD otaknya enseh semua kkkkk 😛
      happy end lah, luhan putus sama jihye terus luhannya ketemu aku terus jadian deh, happy end kan?? 😛
      BERANI SENTUH PORORO, GUE SUNATIN ANUNYA SEHUN! XD
      okeee Ris, aku jadi semangat lagi nih buat nulis2 hehe padahal aku lagi kena wb yang mendarah daging ini wkwkw.. tp aku usahakan segalanya deh demi ariska /hoeeekkkk/ XD

      Liked by 1 person

      • Sumpah aku tuuh kembarannya lay. . Kamu gak percaya amat siiih. . Perlu aku liatin tanda lahirnyaaa???:v

        Ya udah aku cubitin aja yaaaaa pororonya*eh*maksudku kamunyaa yg aku cubit egehe kan salpok jadinyaaaa. . .eeh beneran looh aku ini masih polos yeaaah sebelum ketemu ama yg namanya pororo aku tuh polos banget laah saking polosnyaa pas ketemu pertama kali ma pororo aku tuuh gak mau lepas barang sehari. . HEBAT KAN????

        Plis deeh si luhan itu tar jadiannya sama aku bukannya sama kamu. . Hush. Hush. .

        Sehun kan emang belum dikhitan. . Makasih banget deh kalo mau kamu ngkhitanin wkwkwk sekalian masukin dia jadi mualaf gue besyukur bangeeet XD

        Haruuus semangat dooong kan udah ditemenin ama pororo. . Tar pororonya ngambek looh kalo kamu ngambekan gak mau nulis2. . Emang sih kalo lagi kena WB rasanya tuh blank. . .

        Aku jadi mau ikutan muntah kalo kamu ngomong sok puitis kek gituuuuuu. . . :*

        Pokoknyaa makasih banyak yaa deaar*pelukciumdaripororo

        Like

      • mana liat tanda lahirnyaaa.. sekalian liat anunya jg wkwkwk XD
        eitsss pororo jangan di cubit2 rentan soalnya.. nanti kalo dia marah bahaya wkwkwk
        pororonya sudah berganti kepemilikan Ris wkwkwk
        luhan mah sama sehun aja udaaaaahh, biar adil :’))
        IYA NANTI AKU SUNATIN SEHUN SAMPE ABIS RIS XD
        tau ahhh aku lagi baver gara2 kyungsoo sohyun ituuuu. hatiku tercabik2 😥
        muntah aja ris, tapi harus muntah pelangi XD
        sama2 rissss 😀

        Liked by 1 person

      • aaaaaahhhhhh. . andweeeee!!!! jangan lakukan ituuuuuuuuuuuuuu. . .maksdunya jangan lakuin setengah2 sekalian ajaaaa*plisratePG
        Sehun masih normal buktinya si kamvret itu selingkut ama sirinenya red velvet. . . tuuh kan beneran minta disunat bocah. .gpp kalo sampe abis tapi tolong sisain dikit yaaa dikiiiiiit aja gak banyak2. . .
        oooh yg si Do terong Kyungsoo ama si Kim cabe Sohyun yaaa???? ck. . jadinya kan sambalado!!!!! dasar kamvret semua emang. . udah cerein aja ganti sekalian pororonyA okay????
        pororonya udah terbagi say lu mau dimaduin???

        Like

      • bahaaakkk ya udah mana sini liat anunya lay.. wkwkwk XD
        hiks.. sehunnya kudu buru2 disunat sampe abis ris biar gak selingkuh2an sama iren. yahhhh ris, udah keburu aku sunatin nih, sampe tidak terdeteksi gini wkwkwk..
        syediiihhh rin.. aku sampe galau seharian gara2 berita kiss scene itu huks…
        tapi aku masih cinta sama pororo, gak mau dibagi2 risss aaaaaaaaaaaaaaaaaaa 😥

        btw, ini ada kiriman bom atom ris -> https://chocolate46.wordpress.com/2016/01/07/regret-chapter-2/

        Liked by 1 person

      • Kalo dipikir siih mendingan si sehun yang cuma pandang2an doang ma sirine nah kalo si kyungsooo. . Udah gendong2an, pegang2an tangan, terus peluk2an eeeh abis dicium2an. . Apa gak sakit tuuuh ???????! Aku aja liatnya kitati dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya gak mau liat wajah kyungsoo tuk sementara waktu. . .
        Tahun ini cobaan banget yaaa. . . Diawal awal udah disuguhin adegan2 TERLARANG gitu hikseuuuuu. . .
        Pliis deeh kalo kamu sunatin Sehun ampe gak terdeteksi gitu gimana aku mauuuuu. . Gak jadi deeh XD
        Badewey aku liat bomnya dulu yaaaa
        Byee

        Like

      • UDAH RIS STHOP BAHAS KYUNGSOO, GUE LAGI BAVER MAMPOS GEGARA BERITA ITU HIKS 😥
        aku pengen jadi fans yang gak labil dan alay dengan bertindak sewajarnya, dan seneng karena biasnya bisa main film bareng aktris cantik yg jg favorit aku… tapi tetep aja ris, sakit ternyataaaaaaaa hiks 😥 gak tau kenapa ini aku ke kyungsoo kaya udah nganggepnya pacar sendiri loh.. hahaha.. alay yah, tapi kenyataan… /jones banget sih gue/ XD

        MAU APA????? WKWKWKWK
        jangan berbuat yang iya-iya dengan sehun! XD

        Liked by 1 person

      • Udahlah gak usah dibaperin tooh Kyungsoo tetep sama Sojin*eh
        Kita siih sebagai fangirl emang gitu suka gak rela gimana gitu tapi yaa meskipun gitu apalah arti kita ini yang cuma bisa kasih support dan cinta ma mereka. . FIGHTING untuk kita ber2 dan fangirl2 diluar sana!!!

        Pastinya dong main yang iya-iyaa aku kan udah bosen main ama pororo jadi aku mau main sama yg baru2 ajaaa wkwkwkwk

        Like

      • sialan ariskaaa… kalo kyungsoo sama sohyun aku rela, kalo sama sojin hmmmmm engga yaaaa hiks 😥
        mending sama dessy aja deh 😛

        iyaaaa ris, da kita mah cuma tinkerbell yang harus rela liat peterpannya sama wendy 😥
        tapi apalah tetep harus dukung 🙂

        hehhhh… anunya sehun kan udah ilang aku sunatin ampe abis XD lagian kapan aku ngasih pororo ke riska?? pororo cuma milik aku yaaaahhh! 😛

        Liked by 1 person

      • Aku rela asalkan si Kyungsoo jatuh cinta ama gadis biasa. . Ya maksud aku profesi si cewe bukan aktris ato idol kek diaa. . Aku lebih fix apalagi kalo dia sampe pacaran ama Salah satu EXOL. . Wkwkwkwk khayal lagii yaa. . Sapa tuh dessy kek kenal gueeee?????
        Pliis deeh punya Sehun bisa regenerasi tauuuuk. . Jadi udah numbuh lagi XD
        Bukannya kamu yg pinjem pororo aku yaaa????

        Like

      • iya gadis biasa. noh udah cocok banget kan Kyungsoo sama Dessy? Dessy kan gadis biasa dan exo-l. wkwkwk :p
        bhaaaaakkk… ngakak. mana ada anu bisa regenerasi?? sekalian aja bisa tumbuh tinggi minum zefit grow XD
        btw riska, km entar mau nonton exoluxion ina gak?

        Liked by 1 person

      • Hellooow!!!! Dessy siapa tuh kagak kenal gueee???*its dyo say
        Duuuh bisalah ini kan Dunia khayalannya akuuu ya visa doing regenerasi
        Suami aku aja yg konser aku gal nonton. . apalagi EXO wkwkwkwk
        Pen siih nonton tapi pekerjaan gak bisa ditinggal cint. . kamu nonton?

        Like

      • Dessy… ya ampyunnn lo gak kenal Dessy ris???? elaaahhh, kasian amat. hidupmu gak beruntung. 😛
        wkwwkwk… kalo disunat sampe habis terus bisa jadi tumbuh dua gak? kaya hydra?? wwkwkwk /serem amat XD
        ohya? KRY kmrn ariska gak nonton? huhuuu.. caballl eaaa…
        btw ariska kerja dimana???

        Liked by 1 person

      • Oooh yg author absurd itu ya??? Kalo yg itu kenal gueee. . pan sama kek gueee. . sama2 absurd 😆😆
        Gak gue gak nonton wkwkwk masih sayang duitnyaaa wkwkwk
        Kerja divariasi motor

        Like

      • BHAAAAKKK tapi kaya nya tingkat absurdnitas nya masih lebih parahan ariska 😛
        owalaaahhh… kalo aku insya allah nonton ris… doakeun supaya kyungsoo beneran ngelirik aku wkwkwk
        btw ariska asal mana emang?

        Liked by 1 person

      • wkaaakkk.. yah 11 12 lah sama ariska tingkat absurdnya 😛
        mana ada minta bibir sehun??? nanti kalo bibirnya diminta, sehun gak punya bibir lagi dong? wkwkwk
        paling aku bawain kolornya aja ya waaakkksss XD

        Liked by 1 person

      • tumbuh seribuuuu??? serem banget tuh kalo bibir sehun ada seribu XD nanti tumbuh dimana aja? di wajah, di perut, di punggung. ih sereeeemmmm. XD
        oh kalo kolor udah punya ya, yahhh siapa tau pengen yang baru dipake biar masih fresh (?) XD

        Liked by 1 person

      • Duuuh aku jadi ikut ngebayanginnyaaaa wkwkwkwk. . . iya ya sereeeem!!!
        Gak udaah udah banyak saaay. . . salamin aja yaa terus bilangin sama dia. . kapan hubungan kita go public XD XD

        Like

      • whahakkk.. itu idemu loh ris, diambil satu tumbuh lagi seribu bibirnya wkwkwk..
        satu mulut aja udah bawel. gimana seribu? 😛
        bhaaaakkk… sehunnya udah punya miranda kerr ris XD

        Liked by 1 person

  3. Tambahaaan ::

    Dess, jangan kapok yaa buatin ak ff sama ak suka banget ratingnyaaa wkwkwkwk. . . Oh ya buat chapternyaa jan lupa yaa masukin pihak ketiga yang ngedeketin jihye. . Request ak minta mark GOT7 ato Jeonghan Seventeen wkwkwkwk. . Itu ajaaa ^^

    makasiiih

    Liked by 1 person

  4. Ya ampun luhan… hye jadikan peristiwa itu sebagai pemacu semangatmu. Wah itu bisa menjadi penyemangat ji hye untuk merubah penampilan dan aku yakin luhan akan menyesal dari ujung rambut sampai ujung kaki sampai telapak kaki😠

    Liked by 1 person

    • hai there… makasih yaa udah baca dan komen di ffkuuu 🙂
      iya disini nanti luhannya nyesel bgt sih, hehe… udah ketebak ya jalan ceritanya? haha
      tp makasih loh yah udah mampir 🙂

      Like

  5. KAKDESS INI APA LOH? MATAKU TERNODAI KAAAK /ga/

    Dududu aku suka banget sama alurnya yg ngalir gitu aja terus gaya bahasanya santai tapi ngena(?) kyaaakyaa otw chapter selanjutnya bhak

    Liked by 1 person

      • Kak ini mata kak bukan piring berlemak bekas bebek bakar /krik/

        Aku suka bahasa ituloooo enak banget bacanya ihik syudah lama ga baca chaptered yg bikin kepo ihik selamat kakdess syudah membangunkan sisi kekepoanku /dasar kamu emang tukang kepo ay/ /plak/

        Like

  6. Huwaaaaaaaa aku bingung kudu reaksi kek gimana, ini ff sumpah bagusny minta ampuunn, aku ngefans bgt, ceritanya dan kata2ny ga ngebosenin.
    Sumpah luhan brengsek bgt lu, kau jahat jadiin jihye mainan, hayoo luhan sndri kan yg gabisa terang2an sama jihye.
    Aduuhhh luhannn kau minta ‘itu’ dan disaat jihye ngijinin kau berhenti di tengah jalan, lalu bilang putus
    oh tidaaakkkk aku ga terima luhaaann, aku ga terima #ngewakilinPerasaanJihye gampang amat ya kamu bilang gitu…
    Dan kenapa ga jadi luhannnn hahaha aku yang baacanya grgt sumpahhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s