Regret (Chapter 2)

Regret

 

REGRET – Chapter 2

 

 

D.O.ssy present

Luhan, Kim Ji Hye (OC) | Romance, Angst | PG-17

Poster credit Jo Liyeol

 

 

WARNING: Ini PG-17 yah, untuk 17 tahun ke atas, karena fanfic ini mengandung harsh words dan bad scene yang sangat menjurus. Jadi, yang umurnya masih di bawah, aku udah peringatkan! Bhaaaakkk :v

 

 

Previous: Chapter 1

 

 

“Aku menyesal jadian denganmu.”

 

 

–**–

 

Ada yang bilang, Luhan adalah manusia anti-galau. Tentu saja, bagaimana bisa galau jika ‘mati satu tumbuh seribu?’ Baginya, mendapatkan kekasih baru semudah mengedipkan sebelah mata.

 

Tapi… Apa yang sesungguhnya dimiliki seorang gadis tomboy, miskin dan polos bernama Kim Ji Hye? Apa yang ia lakukan pada Luhan hingga laki-laki berusia 20 tahun ini mabuk-mabukkan di bar? Meskipun nakal, Luhan tidak pernah minum-minum sebelumnya. Selain anti-galau, ia juga anti-alkohol, bahkan di saat sedang dilanda stress sekalipun. Tapi sekarang?

 

Gadis yang duduk di samping sang pemuda tak henti-hentinya mengkhawatirkan. Sejak pertemuan mereka beberapa jam yang lalu, Luhan bahkan sudah seperti orang gila. Tak mau diajak ngobrol dan malah pergi ke klub malam untuk menikmati schorschbock yang kadar alkoholnya sangat tinggi.

 

“Hei gadis bodoh, kenapa kau sepolos itu? Aku ini pria bajingan, kau tahu!” racaunya tak jelas.

 

“Lu, sebaiknya kita pulang.”

 

“Jangan mengalihkan pembicaraan! Aku bertanya padamu gadis dungu!”

 

Clara semakin cemas. “Aku panggilkan taxi.”

 

Begitulah, Luhan tak ingat apa-apa yang terjadi semalam saat ia membuka matanya di pagi hari dan mendapati dirinya berada di bawah balutan selimut di apartemennya yang nyaman. Ia mengeluh dalam hati merasakan kepalanya yang berdenyut hebat bagai dihujami ribuan batu, mungkin masih pengaruh alkohol tadi malam? Atau, kejadian sesudahnya? Entahlah, Luhan tak mau ambil pusing, sebab satu-satunya yang membekas di pikiran lelaki itu adalah suara Ji Hye yang menagis dan memanggil-manggil namanya di balik pintu, yang Luhan sendiri masih bingung itu nyata atau hanya mimpi buruknya.

 

Kuriositas Luhan pun terjawab sepersekian sekon selanjutnya ketika ia mengecek ponselnya yang dibombardir oleh ratusan notifikasi. Hampir kesemuanya dari Ji Hye. Pria bersurai hitam itu tertawa kecut, ini nyata. Semua yang terjadi kemarin adalah sungguhan, mengenai ia dan Ji Hye, berikut ia dan Clara.

 

Luhan sentuh tombol delete setelah membaca satu pesan terselip dari sekian banyak pesan Ji Hye, yang berbunyi:

 

Malam ini menyenangkan sekali, Lu. Besok aku datang lagi. Clara.

 

Mahasiswa jurusan seni itu melempar ponselnya ke atas nakas. Ia kembali membaringkan kepalanya yang masih diserang pening, lantas merapatkan selimut yang menutupi tubuh polosnya, hendak melanjutkan tidurnya. Namun kemudian ia tersadar.

 

Oh, sial ia terlambat.

 

–**–

 

Meskipun Luhan adalah tipikal lelaki yang suka berhura, bermain wanita, hang-out dan segala macamnya, akan tetapi Luhan termasuk mahasiswa rajin. Bukan dalam artian ‘rajin’ sesungguhnya. Tapi karena dia pintar dan tidak pernah membolos, kendati tidak suka membuka buku pelajaran. Tak seperti mahasiswa lainnya yang harus belajar penuh hari dan kursus kesana-kemari, Luhan terlahir dengan bakat alami. Karena menurut Luhan, seni adalah jiwanya. Maka, ketika ia datang terlambat ke kampus, terlebih saat mata kuliah Solfegio tengah berlangsung, sungguh ini untuk yang pertama kalinya bagi Luhan.

 

Pemuda itu berjalan terburu-buru melewati koridor fakultas seni. Ia lalu tersentak menemukan Ji Hye duduk di kursi panjang depan pintu kelas. Apa yang gadisnya, ehemm maksudnya mantan-gadisnya itu lakukan di situ?

 

Ji Hye sontak berdiri melihat si lelaki datang. Mengeluarkan ekspresi cemas yang sebenarnya selalu Luhan rindukan, namun selalu urung ia ungkapkan. Wajahnya pucat layaknya orang sakit. Dalam keadaan normal, mungkin Luhan akan sedikit mengkhawatirkannya. Tetapi sekarang situasinya berbeda, mereka tidak lagi bersama!

 

“Lu―“

 

Dengan tak berperasaannya, Luhan ambil langkah seribu melewati si gadis tanpa mengucapkan satu patah kata pun, bagai seseorang yang menyapanya tadi hanyalah angin yang tak penting adanya. Oh, hati Luhan telah mati rupanya.

 

Choi seonsaeng-nim si ‘pembunuh mahasiswa’ sudah berada di kelas sejak satu setengah jam yang lalu. Untunglah ia tetap diizinkan masuk lantaran sang dosen telah cukup mengenal Luhan beserta segala bakat dan prestasinya―yang membuat rating Luhan sangat baik di depan mata para dosen jurusan seni.

 

Malangnya, bangku yang tersisa hanya satu, dan itu persis berada di samping bangku seorang manusia yang―demi seluruh makhluk di bumi―tak ingin Luhan dekati lagi. Ugghh… Jika ia merunut seluruh kesialan yang menimpa dirinya, maka satu-satunya yang patut dipersalahkan adalah si brengsek Kai!

 

“Pssttt… Lu, kau tadi lihat gadis itu di depan?” tanya Kai setengah berbisik, sedikit menggeser kursi mendekat pada Luhan.

 

“Hmm…” Luhan jawab seadanya tanpa mengalihkan pandangan dari Choi seonsaeng yang berbicara di depan kelas. Terlalu malas menatap Kai dan batang hidungnya yang tidak kelihatan.

 

“Lalu ia bilang apa?”

 

“Tidak ada.”

 

“Oh ya? Padahal Ji Hye sudah ada di sana sejak jam pertama. Sepertinya mencarimu.”

 

“Bukan aku. Mungkin salah orang.”

 

Kai memicingkan mata, mendekatkan wajahnya pada Luhan, berusaha mengintrogasi ‘sahabatnya’ itu. “Jangan-jangan kalian masih berhubungan?”

 

Luhan mendesis menahan emosi mendengar pertanyaan Kai. Kalau saja ia tidak sabar-sabar amat, ingin sekali rasanya ia tusuk mata Kai memakai pensil gambarnya yang runcing. “Tck, kalau kau hanya berbicara omong kosong, sebaiknya kau diam.”

 

Kai mengendikkan bahu sambil mengeluarkan seringai iseng, membuat Luhan berfantasi, seandainya ia bisa menghilangkan mulut Kai, dunia ini pasti akan indah rasanya.

 

Omong-omong, selama ini Luhan memang menutupi hubungannya dengan Ji Hye pada teman-teman―lantaran malu dan gengsinya yang terlalu tinggi―dengan mengatakan bahwa ia sudah putus tiga bulan setelah jadian. Makanya Luhan kesal ketika mendapati Ji Hye menunggunya di luar.

 

*

 

“Hei, Lu. Gadis itu masih di sana! Tengoklah sebentar, mungkin ia memang ingin bertemu denganmu,” Kai guncangkan tubuh Luhan yang kala itu sedang asyik tidur di bangkunya pada jam istirahat.

 

“Berisik!” Itulah jawaban yang Kai terima. Asal tahu saja, Luhan benar-benar lelah. Tubuhnya, hatinya, semuanya.

 

“Luhan-ah!”

 

DEG

 

Luhan terperanjat hebat, sama halnya dengan Kai. Apa ia salah dengar? Itu suara gadisnya! Segera, pemuda itu angkat kepalanya menghadap sang pemilik vokal yang barusan memanggilnya. Dan memang benar, itu suara Ji Hye. Alto yang terlalu familiar di telinga Luhan untuk disangkalnya.

 

Belum selesai keterkejutan Luhan akan penampakkan Ji Hye yang tiba-tiba muncul di depan bangkunya, gadis Kim itu manarik tangan si pria dan membawanya keluar kelas.

 

“Hey apa-apaan ini?” Luhan tepis tangan Ji Hye sedikit kasar sesampainya mereka di lorong yang cukup sepi.

 

“Kau tidak menjawab teleponku, Lu. Aku khawatir kau pasti bangun kesiangan dan belum sempat sarapan. Lalu tadi pagi, aku ke apartemenmu tapi ada seorang gadis yang mengusirku.”

 

Luhan berdecak sebal. Gadis ini tolol atau memang pendengarannya terganggu? Apakah yang diucapkannya kemarin pada Ji Hye kurang jelas? Bukankah itu sudah sebuah penegasan jika mereka tidak punya hubungan apa-apa lagi sekarang? Ataukah kalimat yang diutarakan Luhan terlalu sukar untuk dicerna otaknya?

 

“Jadi aku―”

 

“Kau tidak dengar apa yang aku ucapkan kemarin?” potong Luhan setengah membentak. “Ini telah berakhir, Hye. Kita sudah pu―”

 

“Aku tidak dengar!” sentak Ji Hye, yang tanpa diduga, seolah mematahkan lidah Luhan. “Aku tidak dengar, dan tidak ingin mendengarnya! Jadi jangan katakan apapun lagi. Kumohon!” Gadis Kim itu menutup telinganya dengan tangan sembari menggeleng keras. Bibirnya bergetar hebat, air mukanya berubah, dan matanya berkaca-kaca. Sebuah pemandangan yang biasanya Luhan sukai ketika memutuskan hubungan dengan mantannya terdahulu. Tapi, tidak untuk hari ini.

 

“Aku mencintaimu, Luhan-ah.”

 

Oh tidak! Jangan kalimat ini lagi.

 

Luhan kepalkan tangannya kuat-kuat lantas membuang pandangannya ke arah lain. Mencoba menyembunyikan kelemahannya, bahwa Luhan sangat tidak suka melihat airmata sang gadis. Ji Hye membuat lelaki itu gemas, kesal, juga menyesal di saat yang bersamaan. Senaif itukah gadisnya?

 

Luhan cengkram kedua pergelangan tangan Ji Hye, kemudian menariknya agar tidak menutupi kedua telinga. “Dengar, Hye. Kita sudah putus kemarin dan semuanya telah usai. Jadi jangan pernah menghubungiku atau mendatangiku lagi! Paham?”

 

Dapat Luhan saksikan dengan jelas iris kecokelatan si gadis yang mulai menumpahkan bulir bening. Satu hal yang laki-laki itu pernah berjanji untuk tidak ia lihat lagi. Namun apa mau dikata, Luhan benar-benar terpaksa.

 

“T-Tapi kenapa, Lu? Semudah itukah kau memutuskan hubungan yang sudah kita jalani selama dua tahun ini?” Suaranya yang parau seakan menusuk selaput gendang telinga Luhan. Perihnya hingga menjalari pembuluh darah Luhan sampai ke hati, membuat ia meragu apa hatinya masih akan berfungsi setelah ini.

 

“Hubungan dua tahun itu hanya pura-pura, Hye. Kau adalah bahan taruhan. Kala itu, aku hanya ingin membuktikan pada Kai bahwasanya aku bisa mendapatkan gadis manapun yang kuinginkan. Kini, aku telah memiliki gadis lain yang lebih menarik dan menyenangkan. Jadi kau, enyah-lah dariku sebelum aku betul-betul mengusirmu!” Kalimat-kalimat kejam itu Luhan tuturkan dalam satu kali tarikan napas. Rasanya, pahit sekali lidahnya saat meluncurkan tiap silabelnya.

 

“Katakan padaku, apa kekuranganku? Akan kuperbaiki semuanya untukmu. Aku berjanji akan menjadi gadis yang baik, Lu. Kalau kau menginginkan apapun dariku, ambil-lah semuanya. Tapi tolong, jangan menghilang dari hadapanku.”

 

“Tidak ada, Hye. Yang perlu kau lakukan hanya menyingkir dari hidupku.”

 

Sudah pernah ditegaskan bahwa Luhan tidak ingin melihat airmata si gadis, bukan? Oleh karena itu, ucapan Ji Hye selanjutnya terpaksa ia acuhkan. Tanpa menunggu pergerakkan jarum detik Luhan tinggalkan gadis itu sendirian, menangis dalam kepedihan. Karena si pemuda tidak tahu kalimat kejam apa lagi yang harus ia katakan. Sembari dalam hati Luhan lantunkan semua penyesalan tak berujung ini dengan sebuah penuturan: “Ini demi kebaikanmu, Hye. Aku memang pria brengsek.”

 

Luhan lirik sekilas dengan ekor matanya, sebelum ia berlari. Kai ada di sana, menyaksikan semuanya.

 

–**–

 

“Ada apa, Lu?” pertanyaan Clara membuyarkan lamunan panjang Luhan. Tak biasanya sang lelaki tenggelam dalam pemikiran selagi ia bermain dengan seorang gadis, seperti sekarang ini.

 

Luhan menarik dirinya dari cumbuan Clara, kemudian duduk di sudut tempat tidur, memegangi kepalanya yang terasa bagai dihantam oleh gada.

 

“Kau sakit?” tanya gadis yang menurut Luhan sexy itu sembari memeluk tubuh si pria dari arah belakang.

 

Luhan menggeleng. “Pulanglah, La…”

 

Clara cemberut. “Tapi, kita belum melakukan apa-apa malam ini.”

 

“Aku tidak ingin melakukannya lagi.”

 

Clara lepaskan tautan tubuhnya dengan Luhan, lalu mendelik kesal. “Tidak asyik.”

 

“Ini memang tidak akan pernah mengasyikkan lagi, La. Pergilah dan jangan pernah kembali.”

 

“APA?”

 

“Kita putus! Aku bosan denganmu. Lagipula aku sudah punya―”

 

PLAKKKK

 

“KAU PRIA BRENGSEK!” teriak Clara selepas ia tampar pipi Luhan sekuat tenaga. Laki-laki itu tak menjawab, justru tersenyum miring memandangi wajah si gadis yang berubah merah padam. Rungu Luhan bisa menangkap bunyi napas Clara yang menderu menahan amarah.

 

“KEPARAT! BAJINGAN! KAU MEMPERMAINKANKU, HAH!” Clara mengamuk, memukul dada Luhan dengan brutal sambil mengeluarkan umpatan-umpatan kasar. Luhan sudah sangat terbiasa dengan ini. Ia dorong gadis itu hingga tersungkur ke lantai, lantas menjambak dan menarik rambutnya agar wajah Clara tepat menghadap tatapan dinginnya.

 

“Kubilang pergi dari sini gadis manis. Atau aku betul-betul akan melukaimu.” Vokal yang Luhan keluarkan teramat santai, namun cukup mengintimidasi. Senjata ampuh yang biasa ia gunakan untuk menghadapi gadis yang mengamuk macam Clara. Dan benar saja, tanpa berbasa-basi, Clara langsung angkat kaki setelah membenahi pakaian dan rambutnya yang berantakan―mungkin ia ketakutan. Pintu kamar di apartemen Luhan dibantingnya kasar.

 

Tinggal-lah Luhan sendirian, menangis sesenggukan seperti orang bodoh. Ini bukan perkara Clara, melainkan dirinya sendiri. Betapa brengseknya dirinya. Betapa kejamnya pribadinya. Betapa hampanya hidupnya.

 

Bertahun-tahun ia telah menjalani hal serupa. Tapi sekarang ini, untuk pertama kalinya, hati Luhan merasakan denyut nyeri kala melakukannya lagi. Seolah apa yang dirasakan gadis-gadis yang telah dipermainkan olehnya itu pun, turut ia rasakan.

 

Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

 

Dengan tangan gemetaran, susah payah Luhan raih benda persegi empat pipihnya di atas nakas. Mengontak siapa pun yang sekiranya bisa menenangkannya. Dan satu nama yang seumur-umur tidak pernah Luhan gubris panggilannya, justru ia harapkan sekarang…

 

“L-Luhan?” Seseorang dari seberang menjawab, ia terdengar sangat terkejut. “A-ada apa? Kenapa mengubungiku? Bukankah kita―”

 

“Nyanyikan lagu untukku―” potong Luhan, kepayahan mengatur suaranya yang bergetar. “―Kim Ji Hye…”

 

To be Continued

 

 

Duh maafin Ariskaaaa, kayanya ini kudu lanjut ke chapter selanjutnya. Keasyikan ngekhayal sampe jadi panjang. Huhu… Moga kamu gak bosen wkwkwk.

Buat yang udah baca, mohon tinggalin jejaknya ya, biar aku tahu kalo misal ada kesalahan di fanfic ini. Jadi bisa langsung aku perbaiki.

Terima kasih semua 🙂

Salam, D.O.ssy

 

 

Advertisements

76 thoughts on “Regret (Chapter 2)

  1. Gpp gpp. . . Buat chapter selanjutnya ato selanjutnya ato selanjutnya gpp. . Hayati malah seneng banget dan gak bakalan bosen baca karya kamu iniiiii. . Aku terlanjur jatuh cinta ama luhan *eh* maksud ane ama ceritanyaaaa wehehehe. . .
    Pliiis deeeh aaah lu ngelawak yaaa tadi. . Pas aku baca soal idungnya Kai. . Aku ngakak bacanyaaa. . Yeile secara gue agak tersinggung buk. . Maklum idung gue kan juga mancung. . Mancung ke dalem maksudnyeee . . Untung dah si Kai ganteng. . . Lah kalo gueee untuk cantik*eh
    Aku gak mau kasih kripik dan saran karna aku sudah sangat terhibur ama ff kamu iniii. . Tapi kalo boleh sedikit saran. . Aku minta tolong ya si Luhan itu dibungkus terus dibuangin ke sungai Han biar otaknya gak brengsek lagiii. . Okay?? Itu aja sarannya!! Abis tepat banget deeh kebrengsekan dia disiniii. . .niih gue baperan pagi2
    Yesungdahlahhh aku mau mandi dulu yaa tar kesiangan lagiii

    Semangaaaaat ya buat nulis ff ini karna aku tak sabar menunggu lanjutannyaaaaaaa!!!!!!

    Desss luph youuuuuuu*lemparpororo!!!!!

    Lu harus inget lu adalah salah satu author terfavorite gueee jadi lu harus berbangga hati okay??? Elah. . .

    Bye Dessyyyyyyyy!!!!!!

    Liked by 1 person

    • wkwkwkw… aku lagi bener2 kangen sama luhan nih ris, jadinya begini aku nistain dia wkwkwk
      ya syukurlah km suka, aku pikir ngebosenin bgt ff nya hehe XD
      bruaakakkakaka… itu gak tahu iseng aja nulis idung kai yg gak kelihatan XD bhaaakkk maafin kalo km tersinggung, da sama aja sih aku jg menghina diri sendiri ini tuh 😛
      cantikkk hemmmm /rolleyes/ 😛
      daripada luhan dibuang ke sungai han, mending dibuang ke kamar aku aja XD
      wkwkwk, km baca ini pagi2 sebelum mandi?? hahaha.. pantesan baunya sampe sini XD
      iyaaa risss, gak tau kenapa ff ini aku semangat banget nulisnya, gak tau krn ini gaya bahasanya santai lebih cocok sama style aku hehe
      thankyou komen2nya ya riskaaaa lavyuuuuuuu ❤ ❤
      tapi berhubung minggu depan aku uas, jadi aku usahain minggu ini aku post secepatnya 🙂

      Liked by 1 person

      • Duuuh luhan gak usah dikangenin. . Dia kan gak ngangenin kamu. . Dia kangennya cma sama akyuuu wkwkwkwk :v kesian yah lulu dia mah gak tau apa2 kalo diluar sini ada author yang tega nistain diaaa ckckck. . Eeh berarti kita satu klan doong sama2 mancung kedalem wakakaka. . Aku klan Uchiha aja deeh soalnya suka ma itachiii*nahlohjadinganar
        Iyaa aku bacanya pas baru bangun truus lait email masuk dan pliiis deeh gue komen beberapa kali dan gak masuk2 padahal komenan gue udah kek cerbung aja :v

        Haruuus dong semangaaat orang pororonya udah dipasung diranjang. . . Lu tega yaah pororo seunyu gitu lu pasungin ckckck tar gak fungsi lagi loooh*ratedrated

        Udah aah daripada aku nambah gila mendingan aku bobok dulu yaa. . Sehun udah nungguin tuuuh dikamar katanya tadi mau ngajakin main ehehe

        Bye Dessy. . . Luph youuu ♡♡♡

        Like

      • ah siallll…. gpp aku mah gak dikangenin luhan jg, yg penting tetep dicintai pororo /eh/ 😛 ya kan menistakan itu salah satu tanda sayang ris wkwkwk
        udah ahhh gamau satu klan sama ariska, aku mah klannya hyuga aja wkwkwk…
        bhaaakkk… nanti ditunggu deh komen chaptered mu ris 😀
        PORORONYA GAK FUNGSI??? GAK FUNGSI APANYA RIS???? XD /otak aku langsung nyambung kalo ngomong beginian/ /NGOMONG APA?/ XD
        jadi mau bobo atau mau main nih di kamar sama sehun? aku ikutan dooong wkwkwk
        I don’t love uuu riskaaaa 😛

        Liked by 1 person

      • Dan satu lagiiii Pembullyan juga termasuk salah satu ungkapan sayang yang terpendam*hueeekkksss
        Awalnya aku juga mau klan hyugaa tapi sayang akang Neji udah berpulang ke Rahmatullah jadi dedek kesepian*hiks
        Kita siih sama2 nyambung kalo yg giniaaan makanya diblog ini kita selalu memulai percakapan dengan judul ‘PORORO KESAYANGAN’
        Wkwkwk
        Badewey kasih apa niih ultahnya Pororo????

        Like

      • bhaaakk iya da aku kan yang jadi bahan bullyannya ariska… duh berarti ariska sayang banget ya sama aku? maafin akunya sayang kyungsoo wkwkwk
        Pororo kesayangan Dessy. ariska mah gak punye yeheeyyy… 😛
        pas ultah pororo kmrn aku mah ngasih cinta aja. cukup :’)
        gile aku udah lama banget hiatusnya ris, gegara UAS dll nya. nih aku kasih hadiah buat km, https://chocolate46.wordpress.com/2016/01/26/regret-chapter-3/
        mudah2an gak bosen wkwkwk

        Liked by 1 person

      • Ahahaha. . enak aja pororo kan suka ama semua cecepi yg butuh belaian eeeh
        Woooah kamu UAS yaaa wkwkwk kesian2 beda banget sama aku yg udah free
        Woooww!!! Mau baca tapi nanti pas malem aja biar mkiin enak

        Like

      • bhaaakk :v ziyaland… pororo cuma suka sama aku kok. soalnya aku mah paling memuaskan katanya (?) XD
        iyaaa masih kuliah aja nih. hiks. pengen buru2 kerja.
        wkwkwk. sayang gak ada adegan enaena nya ris. jadi mau dibaca malem atau sekarang jg sama aja. wkwkwk. karena chapter yang ini bener2 failed hiks 😥

        Liked by 1 person

      • sama sohyun itu cuma akting. kalo sama aku beneran :”))) /BENERAN APA!/
        bhaaaakkkk habis ambigu ris, mau baca malem2 biar enak. kan “enak” nya tuh jadi ambigu kwkwwkwk /pikiran akunya aja ini yg ngeres/ XD

        Liked by 1 person

      • syudah lah ris.. gpp aku mah rela kyungsoo mau gitu ke sohyun jg, aku mah apaaaa :’))) cuma istri tua wkwkwk XD
        BHAAAAKKK YA POKONYA YG BERHUBUNGAN DENGAN ANU, PORORO DAN TEMAN-TEMANNYA AKU LANGSUNG NYAMBUNG XD

        Liked by 1 person

      • dikasih tiap hari lahhh /APANYA/
        walaupun diselingkuhin banyak jg, tetep aku jadi tempat terakhir hati kyungsoo pulang :’))
        nahhh kan otaknya udah gak polos XD aku mah masih polos yaaa

        Liked by 1 person

      • Wahahaha gak usah dijelasin lah yaaaa tau sendiri apa yg hayati maksuuuuuddddd. . . kita kan selalu ngebahas yg ratednya EHEM. . . maklum kalo yg udah cukup umurr wkwkwkwk
        Eeeuuwh polos apanyaaa cuuuy????

        Like

      • BHAAAKKKK… MAKANYA BURUAN NIKAH RIS. AKU AJA DENGAN KYUNGSOO UDAH MAU PUNYA ANAK NIH XD
        polos lah aku mah, masih suci otaknya. kebawa2 ariska jadi otak aku setengah suci deh wkwkwkw

        Liked by 1 person

      • ahahaha lu kagak usah ngarang bebas yaaa. . . ini bukan pelajaran bahasa indonesia jadi fix gak usah menuh2in kotak komen gue dg segala karangan bebasmuuuu akakakakaka :v

        Like

      • pororonya pengen main sama patung merlion katanya XD maklum di kutub utara gak ada wkwkwk
        DKK apaan? Danish Krone??? wkwkwk
        gak dong, aku mah manusia antigalau dan antialkohol XD

        Liked by 1 person

      • engga nangis kok. cuma ketawa sambil mengeluarkan air mata aja.
        ih foto2nya kyungsoo pas showcase film itu, mesra amat ya sama sohyun. jadi seneng. pengen ngehukum kyungsoo di kamar XD

        Liked by 1 person

      • Yeee sama aka keleuss tangisan exo L yg hatinya ngenesss
        Naaa itu diaaa yg tiba2 bikik gue gak mood but nulis belakangan ini. . gue berasa dikhiati beeuuuud ama dua seruntul. . .
        APA??? Apaaa??? Lu mau hukum pororo pake Cara apa???

        Like

      • haha XD tangisan istri yang ditinggal suami selingkuh
        hiks iya apalagi yang kyungsoonya bisik2 gitu, tapi udah kaya mau ciuman. itu aja udah bikin aku panas, gimana adegan ciuman benerannya ya? OMG kuatkan hayati 😥
        GUE MAU HUKUM PORORO PAKE CARA YANG PALING ENAK RIS. BHAAAAAKKKK XD

        Liked by 1 person

  2. aku gak ngerti sama jalan otak pikiran seorang xi luhan -.- dia yang mutusin, dia yang ninggalin, kok malah dia yang galau sendiri? Jihye juga, udah tau Luhan jahat kaya gitu, tapi masih aja suka.. tapi kenapa aku berharap mereka bisa balikan yaaa??

    Like

    • kyaaaa… aniiieessss… thanks ya udah review XD /bighug/
      anyway aku lagi kangen2nya sama Luhan sampe kebawa mimpi jadi aku tuangin lewat fanfic, tapi yaaahhh di sini dianya brengsek bruakakakak..
      makasih yaaa, maafin kalo jalan ceritanya kaya begini, otak akunya tumpul soaleee hehe 😀 /ketjup dari osh/

      Liked by 1 person

  3. Ahhh tuh kannn, makin kesini ff author makin kerenn aja .. Gak nyangka ternyata Luhan oppa juga gak bisa lepas dari Kim Ji Hye wkwkwk .. Dan itu lohh thor, kalimat “Nyanyikan lagu untukku―” “―Kim Ji Hye…” ahh aku kok jadi kebawa suasana yaa .. Aku jadi ngerasain gimana putus asa dan menyesalnya luhan oppa …

    Liked by 1 person

  4. anjir luhan tayi anjir eeq monggu dasar emang ya brengsek parah yaampun mampus2 lu dapet karma, malah hubungin jihye lagi heol fakuy. sumpah deh ya thor kesel banget sama rusa cina sialan astagfirullah 😦

    Like

  5. Aku baca part 1nya diSKFF lanjut baca ke blog personal kamu hehe..
    Luhan apa sih, gengsian banget..
    Udah Jihye tinggalin Luhana aja, jangan terlalu keliatan murah juga didepan Luhan..
    Toh masih banyak cowo lain yg lebih baik..
    Aku lanjut baca next chapternya dulu ^^

    Like

    • hihihi. duh makasih ya udah mampir segala buat nyusulin ff ini :’))) kusenang sekali 😀
      iyaaa nih hye. udah luhan mah tinggalin aja. pacaran aja sama kai sana. biar luhannya sama aku /apasih/ XD
      oke silakan silakan. mudah2an gak mual baca chapter selanjutnya hehe

      Like

      • kurangnya luhan?? tidak seperti kyungsu 😥 karena cintaku ke kyungsu udah lebih besar XD (apasih)
        okeeee, lagi proses penulisan kok 🙂 cuma rada lama aja soalnya banyak tugas hehe. ditunggu aja yaaa 😀

        Like

    • haloooo. makasih yaa. duh sampai mampir ke sini nyusulin ff balabal ini. ihikkk. kuterharuuu :’)))
      iya luhan mah emang bikin gemes, pengen nyium (?)
      silakan silakan jangan bosen baca ff aku ya 😀

      Like

  6. disini ji hye kok malah jadi kaya cewe murahan:( oh tidakk sepertinya luhan berbohong sama hatinya kalo dia suka ji hye, mungkin kan
    aih penasaran lanjut baca next chapter thor, ijin hehehe

    Like

    • iya, begitulah. habis luhan di sini tuh cinta pertamanya ji hye kan ya, terus dianya jg blm tau apa2 masih polos2 soal percintaan, jadi yah beginiii ihikkk
      ceritanya luhan masih blm tau perasaannya sendiri chingu. hehehe
      makasih ya udah mampir ❤

      Like

  7. Hehe.aku mampir ksini krna tertarik.
    Entah mngapa aku jtuh cinta sma fanfic ini😄 penulisannya rapi, alur ceritanya gak ribet. Jdi enak bacanya.
    Jdi luhan udah mulai suka sma jihye??next

    Like

  8. ayayaya.. nemu chapter 2 sampe 5 hheheh.. ketagihan baca chapter 1-nya dan ini lebih bagus dari chapter 1 !!! keren kaaakk..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s