Regret (Chapter 4)

Regret

.

REGRET – Chapter 4

.

.

D.O.ssy present

Luhan, Kim Ji Hye (OC) | Romance, Angst | PG-17

Poster credit Jo Liyeol

.

Beside the story, I own nothing.

.

.

WARNING: Ini PG-17 yah, untuk 17 tahun ke atas, karena fanfic ini mengandung harsh words dan bad scene yang sangat menjurus. Jadi, yang umurnya masih di bawah, aku udah peringatkan! Bhaaaakkk :v

.

.

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

.

.

“Aku menyesal jadian denganmu.”

.

***

.

BUGGGHHH!!!!

 

Tubuh Kai tersungkur ke belakang hingga jatuh ke lantai setelah menerima pukulan amat keras di wajahnya. Ia meringis kesakitan merasakan sudut bibirnya yang robek dan mengeluarkan cairan pekat berwarna merah. Pria jangkung itu baru saja menginjakkan kaki di kelas saat menerima sambutan tak menyenangkan dari seseorang yang ia anggap sahabatnya sendiri, siapa lagi kalau bukan Luhan.

 

“KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN JI HYE KEMARIN, HAH?” Vokal menggelegar penuh emosi Luhan seakan menendang selaput gendang telinga Kai kuat-kuat. Namun, alih-alih marah lalu membalas perlakuan Luhan, lelaki berkulit tan itu justru tertawa tak kalah kerasnya dengan suara si pemuda kecil di hadapannya, membuat Luhan semakin meradang.

 

BUGGGHHH!!!!

 

―maka tinjuan kedua Kai terima di pelipis.

 

“KAU PIKIR INI LUCU?!”

 

Kai masih terbahak, kali ini lebih kepada meremehkan. Yang jujur saja, menyulut api amarah Luhan sampai ke puncak ubun-ubunnya. Ia tarik kasar kerah kemeja Kai, lantas mengepalkan kuat tangannya, bersiap untuk melancarkan tinjuan ketiga, tetapi―

 

CUHHH!

 

―air ludah yang ditembakkan Kai lebih dahulu mendarat di wajahnya. Luhan hapus bekas pelecehan yang baru saja dilakukan si brengsek itu dengan menggunakan ujung lengan jaket yang dipakainya. Ia betul-betul sudah naik pitam, ingin rasanya menghajar Kai habis-habisan sampai babak belur di tangannya, seandainya jawaban Kai yang terlalu santai tidak membuatnya mati kutu seketika.

 

“Kenapa kau tiba-tiba marah dan memukulku seperti ini?”

 

Benar! Luhan sendiri pun tidak tahu alasan yang tepat atas kemarahannya pada Kai. Bukankah baginya Ji Hye bukanlah siapa-siapa lagi? Bukankah sudah pernah ia tegaskan bahwa ia tak ingin peduli dengan gadis itu lagi? Bukankah kemarin mulutnya-lah yang mengatakan pada Kai untuk mengambil Ji Hye jika pria tan itu menghendaki? Lantas bukankah yang ia lakukan sekarang adalah menjilat ludahnya sendiri?

 

Tak hanya tertampar telak-telak, tapi Luhan rasakan juga harga dirinya yang runtuh bersamaan, di hadapan Kai, orang yang selama ini ia anggap lebih rendah darinya.

 

Oh, dunia pasti tengah tertawa terbahak-bahak jika melihat keadaan Luhan kini. Sungguh ironis.

 

Dan kejadian setelahnya, Luhan tak ingat apa-apa lagi ketika tiba-tiba sakit kepala teramat hebat menggerus habis kesadarannya secara perlahan.

.

*

.

“Kau apakan Luhanku, Jo? Katakan!”

 

“Aku tidak melakukan apa-apa, Hye.”

 

“Bagaimana jika terjadi hal buruk padanya?”

 

“Ia akan baik-baik saja. Tenanglah!”

 

Unit kesehatan terasa sangat berisik kala kesadaran Luhan berangsur pulih. Akhir-akhir ini sakit kepala kronis selalu datang mendadak, entah karena apa. Luhan benci mengatakan ini, tetapi semenjak berpisah dengan Ji Hye, ia menjadi lelaki yang payah. Tak disangkanya, ternyata gadis itu membawa dampak yang cukup besar dalam hidup Luhan, yang mau-tak-mau hal tersebut tak dapat disangkalnya. Setidaknya mengakui bahwa dirinya membutuhkan Ji Hye jauh lebih baik ketimbang menyaksikan pemandangan tak mengenakkan yang terpampang tak jauh dari pelupuk matanya.

 

Kai yang sedang menenangkan Ji Hye yang menangis dalam dekapannya. Benar-benar …. Luhan merasa si brengsek itu tengah mengolok-oloknya sekarang. Apa maksud semua ini, hah? Mau memanas-manasi, mau mempertunjukkan bahwa mereka sudah jadian, atau bagaimana?

 

“Kalau mau mesra-mesraan sebaiknya jangan di ruang kesehatan!” ketus Luhan, mengagetkan kedua insan yang berpelukan tak sampai lima jengkal jaraknya dari brankar Luhan.

 

“Luhan-ah ….” Ji Hye melepaskan diri dari Kai, kemudian mendekat pada laki-laki yang masih terbaring itu. Menggenggam tangannya erat-erat lantas memeriksa keadaan Luhan dengan penuh perhatian. “Kau sudah siuman, Lu? Bagian mana yang sakit?”

 

Demi apapun, ia merindukan gadisnya yang begitu mengkhawatirkannya begini. Ingin sekali Luhan balas genggaman tangan itu. Namun sekali lagi, suara bariton Kai merusak gendang telinganya. Kembali membawanya pada realita yang paling dibencinya. “Kenapa? Cemburu?”

 

Untungnya, tak perlu Luhan balas pertanyaan si brengsek itu lantaran Ji Hye lebih dahulu berucap, “Jo, bisakah kau keluar sebentar saja?”

 

Dan Kai dengan seringai maha busuknya, hanya mengangkat bahu seraya pergi meninggalkan mereka berdua di ruang kesehatan.

 

“Maafkan sikap Jongin ya, Lu. Dia memang menyebalkan.”

 

Memang!

Lalu apa tadi? Jongin? Tidak ada seorang pun di kelas yang memanggil Kai dengan nama aslinya. Jadi mereka mau pamer panggilan sayang?

 

“Kau tak apa? Tidak demam, ‘kan?” Ji Hye tempelkan punggung tangannya ke kening Luhan guna merasakan suhu tubuh sang pemuda. Oh, mengapa sentuhan gadis itu terasa begitu sama seperti di mimpinya tempo hari?

 

Luhan segera memalingkan wajahnya ke arah lain, antara sebal dan tak kuasa memertahankan kontak mata. “Aku tidak apa-apa. Kau bisa pergi sekarang,” jawab Luhan dingin.

 

“Aku … ingin menemanimu sampai kau agak baikan, Lu.”

 

“Aku baik-baik saja. Jadi, pergilah.”

 

“Akhir-akhir ini kau sering sakit. Mana mungkin aku membiarkanmu sendiri―”

 

“KUBILANG, PERGI!”

 

Kalimat Ji Hye terputus kala Luhan membentaknya kasar. Gadis itu menunduk, menggigit bibirnya tegang, menahan matanya yang memanas. “Tak bisakah aku bersamamu, Lu? Aku―”

 

“Aku tidak ingin melihatmu lagi.”

 

Tanpa disadari Luhan jika perkataannya bukan hanya menyakiti Ji Hye, tapi bagai menikam dirinya sendiri. Perih sekali. Umpama sebuah sembilu yang mengoyak habis jantungnya, hingga sesak kembali hampiri dadanya.

 

Gadis itu berlari ke luar, sambil menutup wajahnya yang bisa dipastikan sudah basah oleh airmata. Dan …

 

“Hye!” Suara Kai yang memanggil sang gadis terdengar menggema sesudahnya, diikuti oleh derap langkah yang menjauh dari ruang kesehatan. Lelaki itu pastilah mengejar Ji Hye. Sedangkan Luhan masih bergelung dengan seluruh gejolak asing yang menghinggapi relung hatinya. Lagi-lagi seperti itu ….

 

Detik selanjutnya pertahanan Luhan yang hancur. Sungguh, ia tak kuasa lagi menahan segalanya. Inikah rasanya patah hati? Sementara dirinya-lah yang menyebabkan hal ini terjadi. Jemari Luhan bergetar hebat kala mencoba menghapus aliran dari matanya.

 

Tidak mau berhenti.

 

Kali ini ia usap kasar wajahnya dengan ujung lengan jaketnya.

 

Tetap tidak mau berhenti.

 

Arggghh! Sepanjang dua puluh tahun hidupnya, tak pernah Luhan merasa selemah ini hanya karena seorang gadis. Biasanya ia akan menertawakan laki-laki manapun yang sudi menumpahkan airmata demi hal sepele dinamakan cinta. Namun sekarang, apa bedanya ia dengan para lelaki yang dulu dianggapnya hina itu? Bahkan Luhan justru terlihat lebih parah, ia tak paham hal apa yang mengakibatkannya menangis pilu layaknya saat ini.

.

***

.

BUGGGHHH!!!!

 

Luhan tidak kaget lagi ketika sebuah bogem mentah mendarat di rahangnya. Ia terhuyung ke belakang nyaris terjatuh, tetapi tarikkan kasar di jaketnya membuatnya kembali berdiri untuk bertatapan dengan dwi manik kelam penuh amarah milik si pelaku pemukulan, Kai.

 

“BAJINGAN KAU, LUHAN!”

 

Pria yang lebih kecil itu agak heran, namun urung untuk menampakkan sedikit ekspresi. Pun tak berniat sama sekali membalas tinjuan Kai, tubuhnya terlalu lelah untuk meladeni lelaki yang murka di hadapannya ini. Bukankah Luhan telah melakukan hal yang benar? Merebut kekasih orang bukanlah style seorang Luhan, makanya ia mengusir Ji Hye tadi siang. Lalu apa alasan Kai semarah ini padanya? Sikapnya pun tak seperti Kai yang biasa ia kenal―yang tak pernah bermain kekerasan atau mencari keributan, kendati terkadang mulutnya memang harus diberi pelajaran.

 

“Sampai kapan kau akan menyagkalnya, hah? Kau ini bodoh, apa tolol?”

 

Koridor fakultas seni cukup sepi sore itu, hingga suara bentakkan Kai menciptakan gaung keras ke seluruh sudut tembok bercat putih yang melingkupi mereka berdua. Luhan bergeming, berusaha menahan seluruh emosi yang mulai meletup dalam dadanya.

 

“Apa perlu aku meniduri Ji Hye di apartemenmu, baru kau menyesal?”

 

BUGGGHHH!!!!

 

Akan tetapi ucapan Kai teramat keterlaluan. Kini gantian Luhan yang meninju wajah si brengsek Kai. Alangkah inginnya Luhan hancurkan bibir itu agar tak banyak bicara.

 

“Apa maksudmu, brengsek?” Luhan tak kuasa lagi menghadang amarahnya yang memuncak. Ia serang laki-laki yang berukuran lebih besar darinya itu bertubi-tubi, tanpa ampun. Namun yang membuat Luhan tak habis pikir, Kai malah menyeringai sinis seolah tak mau kalah, padahal mukanya sudah bonyok-bonyok dan mengeluarkan darah.

 

Dengan mudah, Kai dapat menghentikan pukulan Luhan selanjutnya dengan menangkap lengan kurus itu.

 

“Sekarang bisakah aku tahu kenapa kau marah?” tanya Kai, masih memertahankan seringainya, sementara Luhan melepaskan cengkraman di kerahnya. Batinnya tertohok. Tak mampu memikirkan apapun yang sekiranya bisa menjawab pertanyaan Kai. Sebab ia tidak tahu!

 

“Kau marah karena apartemenmu dijadikan tempat bercinta? Atau, karena aku merebut kehormatan Ji Hye?”

 

Luhan bungkam.

 

“Kau menyukai gadis itu, heum?”

 

Luhan masih berdiri mematung.

 

“Kau mencintai Ji Hye?” Kai semakin memojokkannya.

 

Tenggorokan Luhan tercekat. Ia dapat mendengar sendiri jantungnya yang berdentam, seakan hendak meledak. Sekujur tubuhnya bergetar dan giginya bergemeletukkan. Ia mundur selangkah seolah ketakutan, tapi Kai maju dua langkah, menyudutkannya hingga tak mampu berkata apapun.

 

“JAWAB AKU!”

 

Dan Luhan tak paham ada apa dengan dirinya.

.

To be Continued

.

.

Dohhhh …. Maafin Ariska, chapter ini pendek banget. Otak akunya lagi susah diajak kompromi, karena proposal TA-ku ditolak dosen. Hiksss 😥 Chapter selanjutnya janji lebih panjang deh. Hehe.

Buat readers, give me a support please. Tinggalin jejaknya yaaa 🙂

Terimakasih.

Salam, D.O.ssy

 

Advertisements

69 thoughts on “Regret (Chapter 4)

  1. Adhsfabajshsjahscdklaowoqhua!!!!!!! Desss. . . Sumpaaah deeeh aku kok malah gak tega ama bangkai disini. . Kenapa dipukulin teruuus sih scenenya??? Wkwkwkwk boleh dooong ane yg pukul tapi pake bibir pukulnyaa wkwkwkwk modusaaan

    Dess. . . Udah lumayan panjang kok ehehe gak usah dipaksain ehehe akunya maklum kamu pasti lagiii galau2 gituuu karna cinta kamu ditolak ma pororoo
    Makanya kalo dingin2 gini pororonya diselimutin biar gak ngeruut*eh

    Luhan maah gitu yaaah udah tauu cintaa masiiiiiiiih aja keukeuh sama egonya yg tinggii ituuuu dan plis deeh jihye jadi cewe baik amat siiih. . Kalo gue yg jadi eloo jan harap dapet cowo sifatnya cem luhan tapi kalo mukanya yg cem luhan gpp aku rela

    Fix. Abaikan komen2 tidak jelas itu yaa desss!!! Pokoknya semangaaaat eeaaaa untuk semua2nyaa!!!!!!

    Lup yaaaaaaaa

    Liked by 1 person

    • bhaaakkk iyaaa, kai nya jadi korban amukan Luhan. padahal kan semuanya salah Luhan. hiks.. caball eaa Kai, makanya muka lu jangan susah biar gak dijadiin bahan penistaan melulu /dihajar Kai stan sedunia/

      GAK USAH DEH DISEBUT2 SOAL DITOLAK CINTA SAMA PORORO, KARENA SEBENARNYA AKU YANG MENOLAK CINTANYA /gak mau kalah/

      bhaaaakkk ini apaan ris –> Makanya kalo dingin2 gini pororonya diselimutin biar gak ngeruut*eh
      ambigu to the max

      kalo aku mah langsung aja tinggalin Luhannya, dan lari pada kyungsoo :’))

      hihihi iyaaaa… makasihhh Risss..
      semangat buat km jg ❤
      I don't love youuu, I love Kyungsoo only XD

      Liked by 1 person

      • Bangkai ituuu maniiis tauuuuuuk. . . dia versi unyu maskulinnya dede teooooh XD yaaah emang pada dasarnya aja tuh si lulu otaknya rada konslet kali yaaak. . wkwkwk tapi sukasukasukasuka
        Ahaha iyaa dana giih ambil pororonyaa serah luu deeh
        Iyaa dess buat antisipasi aja gituuu biar perlu dipakein syal yaa biar gak kena fluuu wkwkwk
        Saya tunggu kelanjutannya selalu dess
        Thalangeeee

        Like

      • iyaaa manis kujuga suka kok sama kai. meskipun kadang wajahnya kadang porno gitu wkwkwk, tp tetep dia itu cute kalo lg di luar stage. kutjintah dirinya, tapi kulebih tjintah kyungsoo ku :’))
        semacam abg gitu kan yang blm pernah kenal cinta, jadi ya gitu si lulu kwkwkwk..
        gak mau katanya ris.. pororo gak suka pake syal atau penutup apapun. lebih suka polos2 aja /APAANDES/
        thankyou risssssss /peluk tjium dari kyu oppa/ ❤ ❤ ❤

        Liked by 1 person

      • Naah itu dia yang paling gak kusuka. . Kalo distage mukanya bangkai itu suka minta ditonjok. . . Aura seksinya itu tuuh yg suka bikin aku mikir hal porno*eh maksud aku dianya yag porno
        Ya deeh gpp kalo lulu emang maunya kek gitu aku ikhlas diduain*apalah
        Ahahaha iya ya ngapain jg dipakein syal tar juga dilepasin ama gueeeee/ahay/
        Ciumannya aku terima dengan senang hati bang kyuuuu XD

        Like

      • bhaaakkk… iya kai tuh semacam korban SM gak sih? di stage disuruh gaya2 seseksi mungkin. padahal sebenarnya mah orangnya manis2 lucu gitu. malah aku suka dia diluar stage yg lagi malu2 kucing wkwkwk
        bhaaakkk…
        heh, dilepasin sama gue lah syalnya. kan udh gue iket mati tuh pororonya, jadi cuma bisa dilepasin sama gue lagi wkwkwk XD
        btw, ris kenapa komenmu kudu di moderate segala yah??

        Liked by 1 person

      • itulaaah dess, semua artis itu korban agensinyaaa. . salah satunya si kai!! iya aku jg suka kai yg direalnyaaa, , makanya aku kadang suka gak sreg kalo ff doi yg enseeh berasa gak sesuai ama imagenya dia

        apaaaaaa????diikket matiii. . awas tar gak bisa dri lagi loooh XD

        kali aku kebanyakan komen gak jelas deeesssss ahahaha

        Like

      • iyaaa.. ihiqq.. semua yg kita liat di kamera itu belum tentu real.
        di depan kamera kai wajahnya yadong, kyungsoo polos. tapi kalo di sehari2 kebalikannya, kai polos, kyungsoo yg byuntae. bhaaakk. atau semua member exo gak ada yg polos??? who knows kkkk~
        kusuka kai yg kaya anak kecil. malu2 kucing gitu imut. terus suka ngantuk kalo di bandara. gemess jadinya.
        kalo gak bisa berdiri pororonya, nanti sama aku diajarin ris. terus aku mau kasih zefit grow biar dia tumbuh semakin tinggi wkakakak XD
        bukan ris. mungkin krn km ganti nama. jadinya kudu dimoderasi lagi

        Liked by 1 person

      • HAH???!!! Pororo byuntae???? Yakin dess????
        Suju tuuh… kai itu volos cuma sudah ternodai sama dramanya itu hikseu berasa gak rela aja kenapa lawan mainnya keliatan tua banget berasa kek liat kai sama tante2

        Eeh pororonya belum bisa berdiri???
        Zevitgrow??? Kenapa gak minul H**O aja? Kan enak tuh rasa susu??/emangsusu/
        Iya aku ganti nama yaaa. . Maunya 2016 yg beda akunyaaa

        Like

      • kan waktu di wawancaranya dyo pernah bilang “aku tidak sepolos kelihatannya. aku tahu apa yg seharusnya lelaki 24 tahun tahu.” bhaaaakkk ambigos sekaliii kan.. kyungsoo tuh dewasa ris kkkk~
        iyaa, chanyeol, dan kai, lawan mainnya lebih tua, kan jadi gimana.. cuma kyungsoo doang yg lawan mainnya masih imut, jadi keliatan sepantaran lah ahahah..
        udah bisa, udah aku ajarin berdiri, diajarin jalan jg malah wkwkwkw XD
        bhaaakkk.. kalo H**O mah kan high calcium, nanti dianya keras (?) /APANYA!/
        tjieeehhh 2016 pengen beda 😀

        Liked by 1 person

      • Huuuummm makanya dess kalo liat anak2 EXO itu gini
        Kalo dipanggung kalem2 unyuu berarti direal lifenya ntu anak pasti badas2 gitu dan kebalikannya kalo dipanggung mukanya macem kai berarti direalnya ntu anak unyu2 manis
        Mungkin itulah maksud dari ayangmu Kyungsoo XD
        Apaan siiih yg KERAS dess? Lu kalo ngomong suka bikin gue mikir yg iya2 teruuusss

        Like

      • bhaaaakkk
        gak kebayang kalo kyungsoo itu sebenarnya badass XD
        ngebayangin kyungsoo pegang rokok aja aku gak bisa ris. kenapa ya kyungsoo makin kesini makin imut, kan jadi cocok pegang boneka pororo XD sementara member yg lain pada macho krn sering ngegym, kyungsoo mah main boneka aja lebih cucok, atau masak di dapur. ihikkk 😥 tp kutetep tjintahhh kok ❤

        yang keras ituuuu… anu risss… tulangnya maksudnya.
        tulang anu nya /dikemplang/ XD

        Liked by 1 person

      • Ahahaha kalo aku bisa looh dess. . Malah aku selalu pen buang jauh2 imejnya kyungsoo dari imuuut ituuuh. …yeeah seenggaknya bahu pororo sekarang gak sempit lagiii. . Jadi enak kalo digendong terus sandaran dipunggungnya kek sohyun wkwkwkwk

        Liked by 1 person

      • Bener jg yaaaa. . . Ngapain jg dipakein syal tar juga dilepasin ama gueeee XD

        Kalo liat bangkai dipanggung itu tuuh yg bikin gue pen nonjok mukanya. . Abis kesannya minta kode gitu buat diajak keranjang wkwkwkwk

        Like

  2. Eonni-ya.. Astaga, baca note eonni di ending dan menyinggung masalah proposal, langsung mengingatkan ku kalo aku juga sekarang lagi selingkuh dari proposal dan lebih memilih membaca fanfict ini T.T
    Eonni, ai luhan kenapa? Kenapa dia teh bisa sebodo itu? Kalo cemburu, bilang aja atuh, jangan sok-sok an gak peduli tapi Kenyataannya hatinya juga kesiksa -.- emangnya susah bangetkah untuk seorang luhan jujur sama perasaannya sendiri? Keburu si Jongin merealisasikan omongan gilanya itu loh, haduhhh….
    -.- dan pleaseee jongin, bisa gak sih omongannya disaring dulu? Meniduri Jihye? Coba aja Jong, tapi nanti konsekuensinya Jongin tidur diluar selama 7 hari 7 malem -aku ngambek! Hohoho /ngomong apa coba aku ini eon -.-/ entah kenapa setiap aku baca fanfict ini, urat amarah aku selalu naik – efek kebodohan luhan yang gak ada endingnya -.- kalo kamu cinta, langsung bilang atuh Han. Lupakan harga dirimu yang selangit itu.. /demi apapun, gemes sama Luhan, jadi ingin nyium Luhan disegala sudut daaa. ^^
    Eonni-ya, semangat untuk penyusunan proposalnya ^^ semoga dilancarkan /amin/ doain aku juga ya eon.. Byeee~~^^

    Liked by 1 person

    • hiks iya niesss.. habis diriku galau sekali ngejar2 dosen harkos demi proposal. eh taunya tetep aja ditolak. kan zebellll..
      iyess wkwkwkw.. Luhannya kan gengsinya udah setinggi exo planet. jadi mau kembali lagi ke bumi susah :’))
      maksudnya meniduri Ji Hye tuh, ngelonin Ji Hye sampe bobo nies. Nah loh mikirnya kemanaaaaa??? wkwkwk /gak gitu des/
      bhaaakk nyium luhan di segala sudut laaahh XD di ketek, di kaki jg berarti?? 😛
      AAMIIN AAMIIN YA ALLAH. makasih nies. semangat jg buat km yaaaa..
      mudah2an diberi kelancaran buat kita berdua 😀 lavyuuu ❤

      Liked by 1 person

  3. Berhasil ini mah bikin nangis 😢😢😢 luhan itu ihh bikin greget deh kenapa susah banget sih mengakui udah jelas2 cinta kenapa masih keras kepala coba ahh nyesek asli 😢😢
    Author nya kok keren sih bisa bikin perasaan ini campur aduk kaya gini 😂
    Hebathebat author nyaa 👍😍😍😚

    Like

  4. wohohooo aku biasanya liat ini di fb exo fanfiction tapi belum dilanjut part 4 nya eh nemu disini hihi 😀
    Luhan ayolah jujur aja sama diri sendiri, Kai rebut Hye baru tau rasa deh nanti… bdw, ini pendek sangat serius 😦
    next nya ditunggu banget 😉

    Liked by 1 person

  5. wohoo aku nemu part 4 nya di sini, biasanya aku baca di fesbuk exo fanfiction indonesia tapi baru part 3 aja, nunggu part 4 lama akhirnya nemu di sini 😀
    bdw, Luhan kenapa sih susah amat ngakuin ke diri sendiri kalo dia masih butuh Hye buat disampingnya, ah kan kasian juga Kai nya 😦
    kalo Kai ngerebut baru tau rasa lo!
    aku tunggu banget next chapter nya karena ini menurut aku kurang panjang hehe 😀
    Fighting!

    Liked by 1 person

  6. Annyeong aku baru pertama dateng di blog ini hehe… aku baca regret di blog yang.. apa ya aku lupa pokonya baru nyampe chapter 3 tapi di sini udah chap 4 aku seneng banget wkwkk….

    Hwaaa kenapa jadi pukul pukulan… kenapa luhan ga bilang suka aja ama jihye… isss.. bikin kesell…

    keep writing

    Liked by 1 person

    • di blog exo fanfiction indonesia bukan chingu? hehe. aku juga posting di sana.
      makasih ya udah mampir 😀
      luhannya kan masih galau, gak bisa nentuin perasaannya sendiri ahahah XD

      Like

  7. KAKDES YG INI PENDEK BANGET UHUHUW MANA BELUM ADA LANJUTANNYA KYAAAA

    Tak tungguin ya lanjutannya kak ini keren banget uhuk tapi ya aku kok mikir Kai itu sodaranya Jihye (tapi kalo sodara kok pake ciuman /bhak) ah entahlah semoga saja mas Luhan sadar ya sama perasaannya dan cepet cepet tobat ihik

    Like

    • iyaaa… lanjutannya baru setengah jalan ahahaha.
      hemmmm… sodaraan gak yaaaa? kai mau sodaraannya sama aku, bukan Ji Hye XD
      Luhan nya masih cinta sama aku ay, makanya susah balik sama Ji Hye 😛
      makasih banget banget banget loh ya udah mampir di fanfic ala kadarnya ini ihikkk 😀
      aku padamu banget lah ayyy 😀

      Liked by 1 person

      • Mangatse kak! Bakal tak tungguin pokoke ihik

        Serah kak serah, silahkan berhalusinasi sesukamu kak /plak/
        Kalo yg beginian fanfic alakadarnya terus pakabar fanfic ku kak uhuk kakdess mah gitu huhu

        Jan bosen liat idname aku ya kaaak ntar kalo ada waktu tak bombardir lagi blog serta hatimu /plak/

        Like

  8. haallo,,ijin sinngah dan baca,regret nya Do.ssy,,!!bis nya aku nungguin d EXOFFi,,ga dateng dateng,,kan penasaran!!! aku suka bnget ne ff,,
    jd d tunggu kelanjutanya ya!!
    keren pokoknamah!

    Like

    • owalaaahhh makasih yaaaa. duh sampe main ke blog aku segala buat nyusulin ff balabal ini. ihikk kujadi terhuraa. makasih lohhh. tunggu aja next chapternya yaa 😀

      Like

  9. Waaaaaaahhhhh gilaa luhan kai mantaap
    Udahlah luhan tuh ngaku aja klo suka ji hye, oh ya jgn” kai juga suka ji hye ya?terus sejak kapan ji hye deket sama kai?
    Ditunggu next chapnya author

    Like

  10. rusa cina sialun lu klo cemburu bilang aja gausah mukul2 jojong gue –“.g ini pendek ._. hehe…. itu emang manggilnya jo? kenapa ga jong? ganjel aja gitu manggilnya jo, mungkin aku kebiasaan jong jadinya klo jo aneh hehe.. :3

    Like

    • iyaaaa kesian kai nya jadi korban amukan rusa cina sarap, chingu wkwkwk.
      iya ji hye nya emang manggilnya Jo, biar keren, kebarat-baratan gitu, kalo jong kan kayak zong banget gitu. heu

      Like

  11. Tunggu dulu… kim jihye? Kim jongin? Apakah mereka bersaudara?? Gue curiga kalo mereka ada hubungan keluarga.
    Aaaaa itu napa berhenti disituuuuuuuuuuu. Next ya, kepo pake banget nih

    Like

  12. Kai tuh siapanya Jihye?? Sodara? Ko ciuman? Sahabat? Ko dia taruhan sama Luhan?? Kai itu siapaaaaaaa??
    Jihye udah dikasarin sama Luhan masih aja mau balik?? Jangan, jangan mau balik lagi sama Luhan..
    Bikin Luhan nyesel senyesel2nya baru balikan haha..
    Ditunggu next chapternya ^^

    Like

    • kai siapa??? ituloooohhhh kai… tukang bubur sebelah rumah XD engga deng, kai itu pacar aku XD engga deng, kai ituuuuu… masih dirahasiakan heu..
      duh gimana ya, habis luhannya udh jadian sama aku, ya jelas aku ngelarang dia balikan sama ji hye /delusi tingkat dewa/
      makasih yaaa udah jauh2 mampir kemari hehee 😀

      Like

  13. oh no!!! mereka tonjok tonjokan!!!
    aku curiga deh, kak. jangan jangan si kai itu temen baiknya Ji Hye, terus jangan jangan si Kai buat taruhan itu gara gara dia tau kalau si Ji Hye demen sama Luhan. terus terus terus… lupakan!! daku penasaran, kak T.T
    semangat buat tugasnya ya, kak!! 🙂

    Like

  14. Agak deg2an klo baca fanfic ini soalnya judulnya REGRET. Ntar jihye malah sma jongin terus luhannya nyesel, kan nyesek bgt. Kai juga, kmu tuh cuma nyadarin luhan buat ngakuin perasaannya apa memang suka sma jihye??
    Knp harus tbc?? Ok, next.
    Keep writing kak

    Like

  15. pendek2 yaaa kak hhuhhu.. 4 chapter aku bacanya cuma 1 jam hhehe.. tapi kakak bikinnya pasti berjam-jam bahkan berhari hhuhhu.. fighting ya kakak..

    Like

    • iyaaa… maafin ya emang sengaja kubuat pendek, supaya di cut nya di pas ceritanya lg seru2nya wkwkwk (padahal apa atuh ff aku mah gakseru)
      ihikkk.. aku buat ff ini, 1 chapternya seminggu wkwkwk.. hehehe
      makasih udah mampir ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s